TRENDING

FP NTT Dorong Sinergi Pemuda Diaspora Demi Pembangunan Nusa Tenggara Timur

3 menit membaca View : 73
Redaksi
Berita - 11 Jan 2026

JATIMPOINT.COM |  Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) menyelenggarakan perayaan natal di Kota Malang. Kegiatan bertajuk Inkulturasi Natal inj menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan persatuan pemuda dan mahasiswa asal NTT di perantauan.

Kegiatan ini dipandang penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong kontribusi nyata diaspora bagi pembangunan daerah asal.

Pengurus FP NTT dari berbagai daerah di Indonesia, tokoh masyarakat, akademisi, serta pejabat pemerintah daerah asal NTT turut hadir dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan ibadah Natal bersama dan diskusi kebangsaan yang berlangsung di Hotel Atria, Malang. Jumat (9/1/2026).

Ketua DPP FP NTT, Yohanes Hiba Ndale, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai organisasi yang diusung FP NTT, yakni Baku Lihat, Baku Jaga, dan Baku Sayang.

Ia menyebut Natal FP NTT di Malang merupakan yang keempat kalinya digelar dan menjadi yang pertama diinisiasi oleh DPW Jawa Timur.

Menurut Yohanes, konsolidasi pemuda NTT di Malang memiliki arti strategis, terutama untuk meredam potensi konflik antar mahasiswa perantau yang sempat terjadi sebelumnya.

“Kami ingin memastikan ke depan tidak ada lagi gesekan yang bisa mencoreng citra masyarakat NTT di perantauan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, menjelaskan bahwa Malang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat konsentrasi mahasiswa dan pemuda asal NTT di Jawa Timur.

Ia menilai penguatan komunikasi dan solidaritas sangat dibutuhkan agar komunitas diaspora tetap rukun dan tidak mudah terprovokasi isu-isu perpecahan.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, menyampaikan bahwa melalui diaspora, Pemerintah Provinsi NTT membuka ruang kolaborasi yang merupakan agenda prioritas Gubernur NTT.

Florida mengungkapkan bahwa pada 13 Desember 2025 lalu, pemerintah provinsi telah menggelar pertemuan diaspora dari berbagai wilayah Indonesia dan sejumlah negara di Kupang.

Forum tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan dan akan dilaksanakan di lokasi yang memudahkan partisipasi diaspora.

Ia menambahkan, nilai-nilai Natal seperti kasih, kerendahan hati, dan pengharapan menjadi fondasi penting bagi pemuda NTT yang sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar daerah.

“Mereka adalah tumpuan keluarga sekaligus agen perubahan yang diharapkan mampu membawa dampak positif bagi NTT,” katanya.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, dalam paparannya menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembukaan rute penerbangan Batik Air Denpasar–Tambolaka serta penyediaan program beasiswa pendidikan.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk mencetak sarjana, termasuk 100 dokter dan puluhan lulusan magister dari Sumba Barat Daya,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *