TRENDING

Disertasi Doktor UMM, George da Silva Angkat Politik Investasi Sosial DPR RI di Malang Raya

3 menit membaca View : 119
Redaksi
Pendidikan - 28 Jan 2026

JATIMPOINT.COM | Ruang akademik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi arena pembacaan kritis atas praktik politik elektoral. Senin siang 26 Januari 2026,

Bertholomeus George da Silva menjalani ujian promosi doktor Program Studi Sosiologi di Direktorat Program Pascasarjana UMM dengan disertasi yang mengupas politik investasi sosial anggota DPR RI di Malang Raya.

Ujian terbuka yang digelar di Gedung GKB IV Lantai 2 Pascasarjana UMM tersebut mengangkat disertasi berjudul Politik Investasi Sosial Anggota DPR RI Studi Fenomenologi pada Daerah Pemilihan Jawa Timur V Malang Raya.

Penelitian ini menyoroti bagaimana program sosial tidak semata hadir sebagai kebijakan publik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi politik yang membentuk relasi antara wakil rakyat dan konstituennya.

George da Silva menegaskan bahwa disertasi tersebut disusun sebagai tanggung jawab akademik dalam membaca realitas politik secara objektif.

“Disertasi ini saya susun sebagai bentuk tanggung jawab akademik untuk membaca praktik politik secara objektif dan ilmiah, khususnya dalam konteks investasi sosial anggota DPR RI di Malang Raya,” ujar bang George sapaan akrabnya.

Pendekatan fenomenologi dipilih untuk menangkap makna sosial yang hidup di tengah masyarakat. Menurut Bertholomeus, praktik politik tidak bisa hanya dibaca dari data administratif atau program formal.

“Pendekatan fenomenologi digunakan agar penelitian ini tidak berhenti pada angka dan program, tetapi mampu menangkap makna sosial yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menempuh pendidikan magister dan doktoral pada konsentrasi Sosial Politik di Universitas Muhammadiyah Malang. Proses studi tersebut diselesaikan dalam waktu 2 tahun 10 bulan dengan capaian indeks prestasi 3,96. Dewan penguji menetapkan disertasi tersebut lulus dengan nilai A.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh promotor Prof. Dr. Oman Sukmana, MSi, dengan Ko Promotor I Prof. Dr. Wahyudi, MSi dan Ko Promotor II Prof. Dr. Asep Nurjaman, MSi. Dewan penguji lainnya terdiri atas Prof. Dr. Khozin, MSi selaku Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang serta Prof. Dr. Vina Salviana DS, MSi. dan satu penguji eksternal Prof. Dr. Bonaventura Mgarawula, MS, Kaprodi S3 Pascasarjana Universitas Merdeka Malang.

Dalam forum akademik tersebut, para penguji menilai disertasi Bertholomeus memiliki relevansi kuat dengan dinamika politik kontemporer di daerah pemilihan.

Kajian ini dinilai mampu memperkaya perspektif sosiologi politik, terutama dalam memahami relasi kekuasaan, kebijakan sosial, dan kepentingan elektoral.

George da Silva menekankan bahwa seluruh proses penelitian dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip akademik.

“Seluruh proses penelitian dilakukan dengan menjunjung prinsip ilmiah, etika akademik, dan akurasi data lapangan,” tuturnya.

Ujian promosi doktor ini juga mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Ucapan selamat disampaikan melalui karangan bunga dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang Sanusi, dan Wakil Bupati Malang Lathifah Sohib, yang sebagian di antaranya menjadi subjek dalam penelitian.

Dukungan serupa datang dari Kombes Pol. Budi Hermanto mantan Kapolresta Malang Kota, Raul Lemos dan Kris Dayanti yang juga tercatat sebagai subjek penelitian.

Selain itu, apresiasi mengalir dari Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Malang Raya, Lions Club Malang Amazing, Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur, serta jejaring kolega di MPD dan berbagai komunitas lintas organisasi.

George da Silva menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan para promotor, penguji, dan seluruh pihak yang hadir menyaksikan proses akademik tersebut.

“Capaian akademik ini tidak lepas dari dukungan para promotor, penguji, dan berbagai pihak yang terlibat selama proses penelitian,” ucapnya

Ia berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiologi politik dan menjadi bahan refleksi dalam merumuskan kebijakan publik.

“Saya berharap hasil kajian ini dapat memperkaya diskursus sosiologi politik dan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih berkeadilan,” ujar bang George

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *