Foto : Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin bersama jajaran pengurus baru gelar konferensi persJATIMPOINT.COM | Dengan terbitnya Surat Keputusan kepengurusan (SK) DPD Partai Golkar Kota Malang periode 2025–2030 dari DPD Golkar Jawa Timur, berakhir sudah polemik internal yang sempat berujung pada penyegelan kantor partai berlambang pohon beringin itu.
Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menyampaikan bahwa keluarnya SK menjadi penanda sah berakhirnya seluruh proses Musyawarah Daerah serta dinamika organisasi yang terjadi sebelumnya.
Dengan dasar administrasi yang telah rampung, partai kini fokus pada konsolidasi dan kerja-kerja politik ke depan.
“Ketika SK sudah diterbitkan, maka semua tahapan musda dinyatakan selesai. Tidak ada lagi perdebatan soal legalitas kepengurusan,” ujar Djoko kepada wartawan, Minggu (1/2/2026)
Ia menjelaskan, proses pembentukan kepengurusan telah melalui tahapan berjenjang sesuai aturan internal partai.
“Pendaftaran bakal calon dilaksanakan pada 13 Desember, Musda digelar 14 Desember, dilanjutkan pengajuan formatur pada pertengahan Januari, hingga akhirnya mendapat pengesahan resmi dari tingkat provinsi pada akhir Januari” jelasnya
Djoko Prihatin kembali dipercaya menakhodai Golkar Kota Malang untuk lima tahun ke depan. Struktur inti kepengurusan diperkuat dengan Teguh Dewanto sebagai Sekretaris dan Hendi Suryo Leksono sebagai Bendahara.
Komposisi pengurus juga melibatkan kader legislatif dan unsur organisasi partai. Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, masuk sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi.
Selain itu, terdapat pengurus bidang pemenangan wilayah, pemberdayaan perempuan, hingga bidang hukum yang diisi kader berpengalaman.
Menurut Djoko, keterlibatan fraksi dan pengurus struktural dalam satu barisan merupakan langkah strategis untuk menghindari fragmentasi internal. Ia menegaskan bahwa konflik yang sempat terjadi tidak boleh terulang.
“Kami sepakat menutup lembaran lama. Penyegelan kantor dan perselisihan yang terjadi harus diselesaikan, bukan diwariskan,” katanya.
Pembukaan kembali kantor DPD Golkar Kota Malang dilakukan bersamaan dengan persiapan rapat pleno pertama kepengurusan baru.
Dalam pleno tersebut, SK kepengurusan akan dibacakan secara resmi sebagai bagian dari penataan organisasi dan penguatan legitimasi internal.
Djoko menegaskan, arah kebijakan Golkar Kota Malang ke depan diarahkan pada penguatan partai yang modern, terbuka, dan mampu menjawab persoalan masyarakat.
Ia menilai, partai politik tidak cukup hanya hadir saat momentum elektoral, tetapi harus aktif di tengah kehidupan warga.
“Golkar harus menjadi partai yang solutif dan relevan. Bukan sekadar besar secara struktur, tapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Malang,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah pembukaan segel dan pleno perdana, pihaknya akan membuka ruang dialog dengan publik melalui konferensi pers.
Langkah ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Golkar Kota Malang telah kembali berjalan di jalur organisasi yang sah, tertib, dan solid.
“Kami mohon dukungan dan doa. Setelah ini, kami ingin langsung bekerja dan membuktikan bahwa Golkar Kota Malang siap melangkah lebih dewasa,” pungkas Djoko.
Tidak ada komentar