TRENDING

Loyalitas Handoko Teruji, Usai Kecelakaan Tetap Hadiri Muscam dan Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Klojen

3 menit membaca View : 11
Redaksi
Berita - 17 Okt 2026

Jatimpoint.com | Kota Malang – Loyalitas terhadap Partai Golkar ditunjukkan Handoko di tengah kondisi fisik yang belum pulih akibat kecelakaan.

Meski masih membutuhkan pemulihan setelah mengalami kecelakaan di kawasan Oro-Oro Dowo, ia tetap berupaya hadir dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) Golkar Klojen, Jumat (16/10/2026) malam.

Dalam forum tersebut, Handoko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Klojen.

Kehadiran Handoko bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Di saat kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih dan aktivitas fisiknya masih terbatas, ia tetap menyempatkan diri mengikuti forum konsolidasi partai.

Sikap tersebut menjadi gambaran komitmennya untuk tetap terlibat dalam dinamika organisasi yang telah menjadi bagian dari tanggung jawab politiknya.

Sebelumnya, Handoko harus mendapatkan penanganan medis akibat kecelakaan yang dialaminya. Kondisinya bahkan sempat membuatnya kesulitan bergerak.

Namun, setelah dijemput rekan-rekannya, ia akhirnya dapat menghadiri Muscam yang berlangsung di Kantor DPD Golkar Kota Malang.

Kehadirannya mendapat apresiasi dari Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, S.M. Di tengah berbagai perbedaan pandangan dalam organisasi, Djoko mengingatkan bahwa loyalitas harus bermuara pada satu tujuan, yakni membesarkan partai secara bersama-sama.

“Apapun perbedaannya, apapun pendapat yang mungkin berbeda di antara kita, ujung-ujungnya kita bersama-sama membesarkan partai yang kita cintai,” tegas Djoko.

Bagi Handoko, kepercayaan yang diberikan melalui pemilihan secara aklamasi dengan dukungan dari 11 kelurahan menjadi amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.

Loyalitas yang ditunjukkannya melalui kehadiran di Muscam selanjutnya harus diwujudkan dalam kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh kader, menjaga kebersamaan, dan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan.

Tanggung jawab tersebut tidak ringan. Golkar Klojen memiliki target mempertahankan kursi DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029. Target ini membutuhkan kerja kolektif, kedisiplinan organisasi, serta hubungan yang kuat antara kader dan masyarakat.

Djoko menegaskan bahwa Klojen memiliki pekerjaan politik yang berbeda dibandingkan kecamatan lain. Jika wilayah lain didorong menambah perolehan kursi legislatif, Klojen harus memastikan kursi yang sudah diraih tetap terjaga.

“Kalau kecamatan lain punya target menambah kursi, Klojen harus solid menjaga kursi. Pekerjaannya bukan lebih mudah, tetapi justru lebih susah,” ujarnya.

Pesan itu menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi Handoko. Dukungan yang diterimanya secara aklamasi harus diterjemahkan menjadi kekompakan yang nyata, bukan hanya pada saat Muscam, tetapi juga dalam kerja organisasi sehari-hari.

Handoko sendiri menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya bukan kemenangan pribadi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader dan berkomitmen menjalankan kepemimpinan bersama-sama.

Ada tiga agenda yang menjadi prioritasnya, yakni memperkuat konsolidasi dan merangkul seluruh elemen kader, menjalankan program kerakyatan, serta mempersiapkan pemenangan Pemilu dan Pilkada melalui kerja politik yang santun dan bermartabat.

“Program kerakyatan akan kita arahkan pada penguatan struktur hingga kelurahan, pemberdayaan masyarakat, gotong royong, pembinaan UMKM, serta pengembangan potensi generasi muda,” kata Handoko.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan yang ingin dibangun tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral, tetapi juga pada keberadaan partai di tengah kehidupan masyarakat.

Penguatan UMKM, pemberdayaan warga, dan pengembangan generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan yang berkelanjutan dengan masyarakat Klojen.

Muscam Klojen sekaligus menutup rangkaian konsolidasi DPD Golkar Kota Malang di lima kecamatan, yakni Blimbing, Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru, dan Klojen.

Selanjutnya, konsolidasi akan dilanjutkan melalui penguatan kepengurusan tingkat kelurahan, kaderisasi, dan simulasi pemenangan.

Bagi Handoko, terpilih secara aklamasi merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan kesetiaan pada tanggung jawab organisasi.

Kehadirannya di Muscam setelah mengalami kecelakaan menjadi bagian dari perjalanan awal kepemimpinannya, sementara pembuktian sesungguhnya terletak pada kemampuannya menjaga kebersamaan kader dan menjalankan amanah tersebut.

Di Klojen, loyalitas tidak cukup berhenti pada kehadiran dalam forum partai. Loyalitas harus tumbuh menjadi kerja bersama, pengabdian kepada masyarakat, dan konsistensi membesarkan organisasi. (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *