TRENDING

Haul Ke-16 Gus Dur, Barikade Gus Dur Jatim Gelar Doa Bersama Untuk Mantan Presiden dan Korban Banjir Aceh – Sumatera

2 menit membaca View : 70
Redaksi
Berita - 27 Des 2025

JATIMPOINT.COM | Barikade Gus Dur Jawa Timur dan Kabupaten Malang menggelar Haul ke 16 Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (26/12/2025) malam.

Haul ke 16 Gus Dur ini dhadiri Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M, jajaran Pengurus Barikade Gus Dur Jawa Timur dan Kabupaten Malang, serta Sulaiman yang dikenal sebagai sosok tangan kanan Gus Dur semasa hidup.

Haul ke 16 Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid ini sekaligus doa bersama untuk almarhum mantan Presiden Soekarno, Soeharto dan BJ. Habibie, serta korban banjir Aceh dan Sumatera

Bupati Sanusi memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi atas kegiatan yang diprakarsai Brigade Gus Dur atau Barikade Gus Dur dan dihadiri lebih dari seribu orang.

”Alhamdulillah kita bisa bersama berkumpul dalam kegiatan Haul ke-16 Gus Dur dan kirim doa untuk almarhum Presiden Soekarno, Soeharto, BJ. Habibie, serta doa bersama untuk saudara kita di Aceh dan Sumatera” ujarnya

Bupati Sanusi menjelaskan Haul Gus Dur tahun ini menegaskan kembali posisi Gus Dur sebagai pemimpin bangsa yang mengabdikan kepemimpinannya bagi kemanusiaan serta keadilan sosial.

“Haul ini bukan semata-mata peringatan wafat, melainkan ruang kolektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan,” jelas Bupati Malang

Menurutnya, ajaran Gus Dur tentang kemanusiaan, keberagaman, dan keberpihakan kepada rakyat kecil diakui masyarakat luas tetap relevan dalam dinamika sosial-politik saat ini.

“Gus Dur selalu mengajarkan bahwa kekuasaan harus hadir untuk melayani, bukan menguasai” ucapnya

Sementara, Barikade Gus Dur adalah sebutan untuk kelompok relawan atau organisasi kemasyarakatan yang melanjutkan perjuangan nilai-nilai Gus Dur yaitu merawat keberagaman, memperkuat keadilan sosial, membela minoritas, membangun perdamaian, dan melawan korupsi.

Haul ke-16 Gus Dur berlangsung khidmat, diisi dengan doa bersama, refleksi kebangsaan, serta pesan-pesan. Kegiatan ini kembali menegaskan bahwa warisan pemikiran dan keteladanan Gus Dur tetap hidup dan terus menjadi rujukan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *