TRENDING

Bukan Sekadar Olahraga Tren, Pickleball Kota Malang Mulai Siapkan Pemburu Emas di Porprov 2027

3 menit membaca View : 33
Redaksi
Berita - 26 Sep 2026

Jatimpoint.com | Kota Malang – Bukan sekadar tempat bermain, Pusat Latihan Pickleball Junior Kota Malang resmi diperkenalkan sebagai kawah pembinaan untuk mencetak generasi baru atlet pickleball.

Berbasis di Critasena/CR Pickleball Kota Malang, pusat latihan ini menjadi ruang khusus bagi atlet muda untuk mulai mengenal latihan yang terarah, mengasah kemampuan, sekaligus membangun mental bertanding sejak dini.

Pusat latihan tersebut diperkenalkan, Sabtu (26/9/2026), bersamaan dengan agenda kompetisi pickleball yang berlangsung hingga Minggu (27/9/2026). Momentum ini menjadi langkah awal untuk membangun pola pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan di Kota Malang.

Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menegaskan bahwa keberadaan pusat latihan junior merupakan bagian dari upaya mencari dan membentuk bibit atlet sejak usia muda.

“Kami sedang mencari atlet-atlet usia 13 sampai 18 tahun untuk kami bina dan kemudian melanjutkan karier atau prestasi di Porprov nanti di Surabaya,” kata Hendi.

Menurut Hendi, pembinaan tidak cukup hanya dengan menggelar pertandingan. Atlet muda membutuhkan wadah yang memungkinkan mereka berlatih secara rutin, mendapatkan pengalaman bertanding dan berkembang secara bertahap.

Karena itu, pusat latihan junior diposisikan sebagai kawah pembinaan, tempat para pemain muda ditempa sebelum melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.

“Harapan kami hari ini akan hadir medali emas nantinya di Porprov dari atlet-atlet yang sedang bertanding hari ini,” tegasnya.

Kehadiran Pusat Latihan Pickleball Junior juga mempertegas arah perkembangan pickleball di Kota Malang. Olahraga yang selama ini identik dengan aktivitas rekreasi mulai diarahkan menjadi cabang olahraga yang memiliki jalur pembinaan prestasi.

Pickleball dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di kalangan anak muda. Karakter permainannya yang memadukan sejumlah unsur tenis, badminton dan tenis meja membuat olahraga ini relatif mudah dipelajari dan dimainkan.

Dalam kompetisi yang digelar bersamaan dengan pengenalan pusat latihan, sekitar 100 peserta atau 50 tim ambil bagian dengan total hadiah sekitar Rp15 juta.

Namun, pertandingan tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan gelar. Lapangan juga menjadi tempat untuk mengamati kemampuan pemain dan menemukan potensi yang dapat dikembangkan melalui pusat latihan junior.

Dengan demikian, proses pembinaan dapat dimulai sejak pemain masih berada pada tahap awal hingga nantinya siap memasuki kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Pemilihan Critasena sebagai lokasi juga memiliki nilai tersendiri. Tempat tersebut sejak dahulu dikenal sebagai salah satu ruang berkumpul generasi muda Kota Malang untuk berolahraga, berkesenian dan berekreasi.

Kini, ruang tersebut kembali diarahkan menjadi tempat tumbuhnya bibit-bibit atlet pickleball.

Fondasi Menuju Porprov 2027
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyambut positif hadirnya pusat latihan tersebut.

“Terima kasih kepada IPF yang sudah menyediakan kegiatan pertandingan pickleball di Kota Malang. Ini juga menjadi persiapan kita untuk Porprov,” ujarnya.

Arif mengatakan pembinaan atlet pickleball akan menjadi bagian dari persiapan Kota Malang menuju Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya.
Pada akhir 2026, Kota Malang akan memasuki tahapan pra-puslatkot.

Selanjutnya, proses pembinaan akan berlanjut menuju puslatkot untuk menentukan atlet yang memperkuat kontingen Kota Malang.

“Harapan kami bisa meraih emas dan menjadi target kami di tahun 2027,” kata Arif.

Koordinasi antara Disporapar, KONI Kota Malang dan induk organisasi pickleball juga akan diperkuat, termasuk dalam aspek pembinaan dan dukungan program.

Dengan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan menuju Porprov, keberadaan pusat latihan junior menjadi semakin strategis. Para atlet muda memiliki ruang untuk ditempa, sementara tim pembina memiliki waktu untuk memetakan kemampuan dan perkembangan mereka.

Lebih jauh, pusat latihan ini diharapkan tidak berhenti pada persiapan satu ajang. Pembinaan diarahkan menjadi proses berkelanjutan untuk melahirkan regenerasi atlet pickleball Kota Malang. (za)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *