Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo LeksonoJatimpoint.com | Kota Malang – Kolaborasi bisnis dan regenerasi pengusaha muda menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) V BPC HIPMI Kota Malang.
Organisasi ini didorong tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga membuka akses kemitraan dan menciptakan peluang usaha yang berdampak bagi perekonomian daerah.
Komitmen itu disampaikan dalam Rakercab V dan Forum Bisnis Cabang BPC HIPMI Kota Malang di Hotel The Alana, Minggu (11/10/2026).
Mengusung tema Lead to Impact, Shaping Businesses, Transforming the Future, forum tersebut mempertemukan pengusaha muda, pemerintah, dan jajaran HIPMI Jawa Timur untuk memperkuat arah organisasi serta membangun ekosistem bisnis yang produktif.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono mengatakan, pengusaha muda membutuhkan lebih dari sekadar semangat berwirausaha. Jejaring, akses pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar usaha dapat berkembang dan naik kelas.
“Harapannya, melalui rapat kerja ini kita bisa merumuskan program-program yang tepat. Terutama, memaksimalkan kolaborasi dengan HIPMI Jawa Timur, OJK, serta Wali Kota Malang agar pengusaha muda di Kota Malang bisa naik kelas,” ujar Hendi.
Menurut dia, Rakercab harus menghasilkan program yang menjawab kebutuhan anggota. Sinergi dengan pemerintah daerah, sektor keuangan, dan pelaku usaha perlu diwujudkan dalam kerja sama konkret, bukan sekadar kesepakatan.
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf mengingatkan, keberhasilan rapat kerja tidak diukur dari kemeriahan acara, melainkan dari kemampuan organisasi membangun kolaborasi berkelanjutan.
Ia berharap HIPMI Kota Malang menjadi rumah bersama bagi pengusaha muda untuk saling menguatkan, bertukar peluang, dan membangun kemitraan lintas sektor.
“Jangan sampai acara ini hanya sebatas formalitas. Jadikan ajang ini sebagai konsolidasi, silaturahmi, dan momentum mempererat hubungan, sehingga BPC HIPMI Kota Malang menjadi rumah kolaborasi antar-pengusaha muda,” tegas Ahmad Salim Assegaf
Menurutnya, keberagaman bidang usaha anggota HIPMI, mulai dari makanan dan minuman, manufaktur, hingga pertanian, merupakan modal untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.
Potensi itu perlu dipertemukan agar anggota tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antarpengusaha diharapkan membuka pasar baru, memperluas jaringan, meningkatkan daya saing, dan memperbesar kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Penguatan ekosistem kewirausahaan juga diarahkan pada regenerasi pelaku usaha. Dalam Rakercab V, HIPMI Kota Malang melantik kepengurusan HIPMI Perguruan Tinggi dari 14 kampus. Dengan penambahan tersebut, jejaring organisasi kini mencakup 15 perguruan tinggi di Kota Malang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia usaha kepada mahasiswa sejak dini sekaligus membuka ruang bagi lahirnya generasi pengusaha baru.
Perluasan jaringan kampus diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan. Mahasiswa perlu mendapat kesempatan membangun jejaring, mengembangkan ide bisnis, dan terhubung dengan pelaku usaha yang telah berpengalaman.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi, yang hadir mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, mengatakan pemerintah membutuhkan keterlibatan dunia usaha untuk memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan para pengusaha, terutama HIPMI Kota Malang, untuk memajukan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Malang telah menjalankan berbagai program pelatihan, pembinaan UMKM, dan literasi keuangan, termasuk melalui Malang Creative Center (MCC).
Kolaborasi dengan HIPMI diharapkan memperluas jangkauan program tersebut sekaligus menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan bisnis dan peluang pengembangan usaha.
Rakercab V menjadi momentum bagi HIPMI Kota Malang untuk menerjemahkan agenda organisasi ke dalam hasil yang terukur.
Indikatornya antara lain terbentuknya kemitraan bisnis, meningkatnya kapasitas pengusaha muda, dan tumbuhnya wirausaha baru dari lingkungan kampus.
Keberhasilan Rakercab tidak hanya ditentukan oleh tersusunnya program kerja, tetapi juga oleh kemampuan program tersebut membuka peluang usaha, memperkuat daya saing anggota, dan memberi dampak nyata bagi perekonomian Kota Malang.(red)
Tidak ada komentar