TRENDING

Netra Band Curi Perhatian di Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kota Malang, dari Indonesia Pusaka hingga Selawat

3 menit membaca View : 34
Redaksi
Berita - 19 Okt 2026

Jatimpoint.com | Kota Malang — Panggung pengukuhan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang masa bakti 2026–2031 tak hanya menjadi ajang konsolidasi politik.

Penampilan Netra Band, kelompok musik penyandang disabilitas netra, justru menghadirkan pesan kuat tentang kesetaraan, keberanian berkarya, dan pentingnya membuka ruang bagi semua kalangan.

Dari lagu kebangsaan Indonesia Pusaka, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dalam tiga bahasa, hingga lantunan selawat, para penampil dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang itu sukses menghadirkan suasana khidmat sekaligus menyentuh dalam acara di Ballroom Akasia, Hotel Savana, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) malam.

Penampilan mereka menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian. Di tengah agenda politik yang dihadiri sejumlah tokoh penting, para penyandang disabilitas netra menunjukkan bahwa keterbatasan penglihatan bukan penghalang untuk berkarya, tampil percaya diri, dan mengambil peran di ruang publik.

Netra Band membuka penampilan dengan sejumlah lagu, termasuk Indonesia Pusaka yang dibawakan penuh penghayatan.

Suasana kemudian beralih ke nuansa religius melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah dalam bahasa Indonesia, Madura, dan Inggris. Rangkaian penampilan ditutup dengan lantunan selawat.

Penampilan tersebut bukan sekadar pengisi acara seremonial. Ada pesan yang lebih besar penyandang disabilitas tidak cukup hanya mendapat simpati, tetapi juga membutuhkan kesempatan nyata untuk menunjukkan kemampuan dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Pesan itu mendapat perhatian Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih. Ia meminta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan ruang lebih luas bagi kelompok musik dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang untuk tampil dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah.

Menurut Hikmah, kesempatan tampil di ruang publik dapat membantu memperkenalkan potensi mereka kepada masyarakat sekaligus membuka peluang berkarya yang lebih luas.

Keterlibatan Netra Band dalam pelantikan tersebut menjadi contoh bahwa kelompok penyandang disabilitas mampu mengambil bagian dalam acara formal dan tampil di hadapan beragam kalangan. Karena itu, ruang berekspresi bagi mereka diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Semangat berkarya itu juga terlihat sejak proses persiapan. Para pendamping turut menemani latihan hingga para peserta siap tampil di panggung pelantikan. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman membanggakan bagi para penampil.

Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang bahkan menyempatkan diri hadir pada malam hari untuk menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak binaannya.

Momen itu memperlihatkan bahwa akses terhadap panggung, apresiasi, dan kesempatan berpartisipasi memiliki arti penting bagi penyandang disabilitas.

Bukan hanya untuk membangun kepercayaan diri, melainkan juga untuk memperluas penerimaan masyarakat terhadap kemampuan mereka.

Ke depan, keterlibatan kelompok disabilitas diharapkan menjadi bagian berkelanjutan dari kegiatan pemerintah, partai politik, maupun berbagai elemen masyarakat.

Dukungan yang konsisten akan membuka lebih banyak kesempatan agar karya mereka dikenal dan mendapat apresiasi yang setara.

Pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Malang masa bakti 2026–2031 tersebut turut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, mantan Wali Kota Malang HM Anton dan Sutiaji, jajaran kiai, pimpinan partai politik, serta perwakilan Bawaslu dan KPU.

Sekretaris Jenderal DPP PKB, Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., hadir langsung mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk mengukuhkan kepengurusan baru. (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *