TRENDING

Gandeng Empat Kiai Besar NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Tawarkan Umroh dengan Pembinaan dan Pelayanan Terintegrasi

4 menit membaca View : 47
Redaksi
Berita - 06 Sep 2026

JATIMPOINT.COM | MALANG – Ingin menunaikan ibadah umroh dengan pendampingan yang lebih lengkap? PT Raya Al-Madinah Gemilang menghadirkan konsep perjalanan umroh yang memadukan pembinaan bersama para kiai, pelayanan profesional, serta kenyamanan selama berada di Tanah Suci.

Yang menjadi daya tarik utama, perusahaan travel umroh asal Kabupaten Malang ini menggandeng empat kiai besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembinaan dan pendampingan jamaah.

Kolaborasi dengan para kiai tersebut menjadi salah satu komitmen PT Raya Al-Madinah Gemilang untuk memberikan nilai lebih kepada jamaah.

Sebab, bagi perusahaan, perjalanan umroh bukan sekadar soal tiket pesawat, hotel dan transportasi, tetapi juga bagaimana jamaah memperoleh bekal ilmu dan bimbingan ibadah dari para tokoh agama.

Komitmen itu diperkuat melalui Manasik Umroh Akbar yang digelar PT Raya Al-Madinah Gemilang di éL Hotel Malang, Minggu (6/9/2026).

Manasik menjadi momentum penting bagi calon jamaah untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan keterlibatan para kiai NU, jamaah mendapatkan ruang pembinaan sekaligus penguatan pemahaman mengenai pelaksanaan ibadah umroh.

Keterlibatan empat kiai NU menjadi pembeda yang ditawarkan PT Raya Al-Madinah Gemilang.

Bagi jamaah, kehadiran para kiai memberikan nilai tambah tersendiri. Selain mendapatkan layanan perjalanan, jamaah juga mendapatkan pembekalan keagamaan agar ibadah yang dilakukan di Tanah Suci dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Konsep inilah yang ingin terus dikembangkan PT Raya Al-Madinah Gemilang: memberangkatkan jamaah dengan pelayanan yang nyaman sekaligus memberikan pendampingan dalam perjalanan ibadahnya.

Komisaris PT Raya Al-Madinah Gemilang, H. Anton Sujarwo, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menjadi tamu Allah.

“Tanpa harus menunggu. Selama masih ada jamaah, kapan saja bisa berangkat, asalkan paspor dan vaksin sudah siap,” ujarnya.

Menurut Anton, jamaah juga memiliki keleluasaan memilih program perjalanan. Selain paket reguler, tersedia layanan umroh privat yang memungkinkan jamaah menentukan tanggal keberangkatan sesuai kebutuhan dan menyesuaikan fasilitas dengan anggaran.

“Privat bisa request sesuai tanggal yang diminta dan sesuai budget yang dimiliki. Kami bisa memberikan fasilitas sesuai budget, yang tentunya tidak mengecewakan jamaah,” jelasnya.

Konsep pembinaan bersama para kiai juga didukung jaringan kerja sama dengan sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU).

Di antaranya KBIHU Jabal Noor Trenggalek, Toriqul Jannah Jombang dan Al-Falah Tulungagung, serta sejumlah KBIHU lainnya.

Dari sisi keberangkatan, PT Raya Al-Madinah Gemilang melayani pemberangkatan secara rutin, minimal dua kali dalam sebulan dan dapat mencapai enam kali, menyesuaikan jumlah jamaah dan kesiapan perjalanan.

Jamaah dari Bandara Juanda memiliki pilihan penerbangan langsung tanpa transit menuju Jeddah maupun Madinah. Sedangkan dari Jakarta tersedia penerbangan langsung dengan sejumlah maskapai, termasuk Garuda Indonesia dan Saudia.

Untuk memberikan kenyamanan lebih, perusahaan juga menyiapkan akomodasi yang relatif dekat dengan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Jarak hotel yang digunakan disebut paling jauh sekitar 150 meter dari pelataran masjid.

Bagi jamaah yang menginginkan pengalaman lebih eksklusif, tersedia pula pilihan kamar VIP dengan pemandangan Ka’bah.

Konsep pelayanan tersebut telah dirasakan langsung oleh jamaah yang menggunakan layanan PT Raya Al-Madinah Gemilang.

Gus Yasid, pembina jamaah umroh yang telah bergabung sejak 2023, mengatakan pengalaman perjalanan bersama perusahaan tersebut sangat memuaskan.

“Mulai dari keberangkatan hingga kepulangan semuanya sesuai dengan apa yang kami harapkan. Hotelnya nyaman, akomodasinya aman, dan pelayanan serta handling di bandara juga sangat baik,” ujarnya.
Ning Ayik juga memberikan kesan positif.

“Kami benar-benar mendapatkan pelayanan yang luar biasa. Rasanya seperti raja dan ratu. Bahkan untuk urusan koper dan barang bawaan, kami tidak perlu repot mengurusnya. Ketika sampai di hotel, barang-barang kami sudah berada di depan kamar,” ungkapnya.

Sementara Akhmad Khulaimi dari MWC NU Poncokusumo mengaku telah delapan kali bermitra dengan PT Raya Al-Madinah Gemilang, baik membawa rombongan besar maupun melalui program privat.

“Alhamdulillah, kita bermitra dengan Raya Al-Madinah Gemilang ini adalah pasangan yang serasi, pasangan yang luar biasa,” katanya.

Ia menilai apa yang dijanjikan perusahaan sesuai dengan pelayanan yang diterima jamaah, bahkan kerap mendapatkan pelayanan tambahan yang tidak terduga.

“Apa yang dijanjikan persis yang kita terima, bahkan sering kita mendapatkan surprise, sesuatu yang tidak terduga dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Dengan empat kiai besar NU sebagai bagian dari penguatan pembinaan, jaringan KBIHU yang luas, pilihan keberangkatan yang fleksibel, penerbangan langsung, hingga hotel yang dekat dengan masjid, PT Raya Al-Madinah Gemilang ingin menghadirkan pengalaman umroh yang lebih lengkap bagi masyarakat.

Ilmu dibekali, ibadah dibimbing, perjalanan dilayani. Itulah konsep yang ingin ditawarkan PT Raya Al-Madinah Gemilang kepada masyarakat yang sedang mempersiapkan langkah menuju Baitullah.

Dengan menggandeng para kiai NU, perusahaan berharap jamaah tidak hanya berangkat dengan nyaman, tetapi juga pulang membawa pengalaman ibadah yang berkesan dan penuh keberkahan. (DD)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *